• home

Kebesaran Hati seorang Ibu


Anakku,

Bila ibu boleh memilih

Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu

Maka ibu akan memilih mengandungmu...

Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah



Sembilan bulan nak,,,, engkau hidup di perut ibu

Engkau ikut kemanapun ibu pergi

Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan

Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu

kecewa dan berurai air mata...



Anakku,...

Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus

berjuang melahirkanmu?

Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu

Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu

Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga

Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan

Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua

Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,

Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun



Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia

Saat itulah... saat paling membahagiakan

Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,

Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,

Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita

Rasulullah di telinga mungilmu



Anakku,...


Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,

maka ibu memilih menyusuimu,

Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan

tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga

Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,

Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan



Anakku,

Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat

Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle

Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu



Tetapi anakku...

Hidup memang pilihan ....

Jika dengan pilihan ibu , engkau merasa sepi dan merana

Maka maafkanlah nak ...

Maafkan ibu....

Maafkan ibu ...

Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita ,

agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

Percayalah nak ....

Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu

Percayalah nak ...

Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu,,,,

TKI menjadi Milyarder


Lihatlah Saja - Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia mendadak jadi kaya raya karena memperoleh warisan senilai lebih 20 juta riyal Saudi atau sekitar Rp50 miliar dari majikannya.
Seperti diberitakan harian lokal Okaz pada 9 Juli, TKW Indonesia yang dirahasiakan namanya ini datang ke Arab Saudi berbekal visa kerja. Ia bekerja pada seorang majikan yang berprofesi sebagai pengusaha kaya yang memiliki beragam properti di Kota Thaif.

Setelah sekian lama, majikan memutuskan untuk menikahinya. Namun, usia pernikahannya tidak berlangsung lama karena majikan yang juga suaminya keburu dipanggil Yang Maha Kuasa.

Menurut Abdullah Umar, seorang pemerhati sosial di Arab Saudi, majikan itu meninggalkan harta benda berupa tanah dan bangunan yang terdapat di beberapa sudut kota dan di pinggiran jalan raya Kota Thaif. TKW itu memutuskan menetap di Arab Saudi sampai memperoleh bagian dari peninggalan suaminya.
Setelah lebih dari delapan tahun proses perundingan dengan semua ahli waris, hakim pengadilan Syeikh Abdurrahman Al-Dakhil pekan silam memutuskan bahwa TKW itu berhak mendapatkan bagian dari harta peninggalan suaminya.

TKW mujur ini memperoleh bagian senilai lebih dari 20 juta riyal dari sejumlah tanah dan gedung apartemen peninggalan mendiang suaminya yang ditaksir bernilai 300 juta riyal Saudi setelah dijual melalui proses lelang terbuka
 
sumber: Antaranews

Live Chating Sexs

Dari perkembangan Chat di internet saat – saat ini yang populer mengunakan sering di Kenal dengan YM ( Yahoo Mesengger ) di dalam YM ini banyak sih kelebihan nya kita bisa lihat langsung wajah temen bicara kita lewat Webcam / Kamera .Emang Tehnologi terkadang membuat kita lupa akan harga diri kita sebagai manusia yang tidak lagi mengunakan adat malu buktinya banyak cowok / cewek yang show live tel4njang di webcam . Ini kumpulan – kumpulan cowok / cewek yang show di webcam yang nakal atau yang sering dikenal live chat sexs. Lihatlah Saja
Silahkan Mencoba Chat ID berikut gan, cekibrot.....
devi.wulan@mig33.com
cinta_17@yahoo.co,id
d3w1k@yahoo.co.id
m3r2kau@yahoo.com
sandrawilhelmia@yahoo.co.id
54rmila@yahoo.co.id

Room yang sering ada cewe shownya:
Bandung1 jakarta7 surabaya7

Terus ini ID cewe tapi gak bugil yang datanya ane dapet dari internet

ID Cewek jakarta
Lia_dewi21
ines.aja
imong
bagas
robi_q23
salim3
Put3r3
sombong12
makan156

ID Cewek bandung
Usman1a4
loku12udi
1m4
somol3
saloe34
lisa 41
vi3v3

ID Cewek surabaya
den39
s4n93
mocos8
koit6
kl5

ID Cewek kalimantan
borneo42
burungburung
titutit
masam34
huba34


ID YM tante girang
1. mirandazer
2. ana_cutegirl24
3. tante_anna_sofia
4. bh_38_b
5. cew_27
6. dinda_laros
7. erikahermawan
8. gadisbirahi
9. iva_livecam_sex


Source:

Jangan Lupa Like & Commentnya Gan....!!!

Memilih Mengakhiri hidupnya dari Pada dipaksa Nikah

Sebuah kisah memilukan terjadi di Maroko. Seorang gadis berusia 16 tahun bernama Amina Filali, Sabtu, 10 Maret pekan lalu ditemukan tewas minum racun setelah ia dipaksa menikahi pria yang telah memperkosanya oleh pengadilan.

Tragedi tragis ini memicu amarah dari kalangan aktivis Maroko yang merasa keputusan pengadilan dan undang-undang menindas Amina. Pasal 475 undang-undang pidana Maroko memungkinan ‘penculik’ menikah korban yang di bawah umur untuk menghindari tuntutan. Dan undang-undang ini menjadi dasar praktik tradisional yang membuat pemerkosa menikahi korbannya sebagai usaha untuk menjaga kehormatan keluarga korban.

Para aktivis yang marah mengecam hukum dan undang-undang tersebut melalui petisi online, dan facebook, serta twitter. “ Amina, 16, telah ditindas oleh pemerkosanya, tradisi, dan undang-undang pasal 475 Maroko. “ demikin tulis aktivis Abadila Maaleynine melalui akun twitternya, seperti yang dilaporkan Daily Mail, Kamis, (15/03/2012).

“Di Maroko, hukum melindungi moral publik tapi bukan individu. Hakim seharusnya merekomendasikan pernikahan itu hanya jika ada persetujuandari korban dan kedua keluarga. “ tambah Abdelaziz Nouaydi, salah satu anggota lembaga hukum di Maroko.

Ayah Amina, Lahcen Filali ,dalam sebuah wawancara menuturkan kalau petugas pengadilan sejak pertama ia melaporkan kasus pemerkosaan itu telah menyarankan agar menikahkan Amina dan laki-laki yang memperkosanya. “ Mereka menasihati putriku agar menikah. Mereka mengatakan “ pergilah dan buatlah kontrak pernikahan. “ kata Lahcen. Hukuman pelaku pemerkosaan di Maroko adalah 10 tahun penjara, namun jika korbannya di bawah umur hukuman maksimal menjadi 20 tahun penjara.


Jangan Lupa Like & Commentnya Gan....!!!

Kisah SPG Demi Menolong Ibunya Operasi

Panggil saja nama samaranku adalah Shinta. Tubuhku berkulit Putih mulus dengan tinggi 168 cm, orang bilang wajahku mirip bintang film Diana Pungky. Dengan kecantikanku ini banyak teman temanku sekampus yang tergila gila padaku tapi semuanya tidak ku perdulikan karena aku hanya konsentrasi pada pelajaran kuliah.
Cerita ini bermula ketika Perusahaan expor-impor milik ayahku mengalami kebangkrutan karena selisih mata uang Dolar dan rupiah begitu tinggi sehingga ayahku menanggung hutang ratusan juta rupiah pada rekanan bisnisnya.Karena tak kuat menanggung stres akibat tekanan, ayahku meninggal dunia karena Hypertensi akut. Rumah dan 2 mobil kami terpaksa dijual untuk melunasi hutang hutang tersebut.Aku dan Ibuku ahirnya pindah kerumah kontrakan dengan sisa uang yang ada untuk modal hidup.Hal ini merupakan pukulan berat bagiku Karena dari kecil aku sudah terbiasa hidup senang dan mewah tetapi aku berusaha untuk berdaptasi.Dengan terpaksa Sementara waktu aku hentikan dulu kuliahku karena aku harus kerja untuk menambah pendapatan.Dengan modal wajah yang cantik plus body yang putih mulus aku dapat diterima sebagai SPG di perusahaan otomotif ternama di Jakarta. Di sini aku mempunyai teman akrab sesama SPG bernama Selly, orangnya juga cantik dengan tubuh tinggi semampai seperti Pragawati.Kami berdua sangat dikenal oleh para karyawan karena selain ramah juga pintar memikat pelanggan agar membeli kendaraan mewah yang kami promosikan, Sebagian besar mereka adalah para pria Pengusaha, apalagi dengan baju seragam ketat dan di padu dengan rok mini yang menampakkan keindahan kaki kami sampai keatas lutut menjadi daya tarik utama setiap stand pameran otomotif. Sebenarnya aku cukup risih juga dipandangi oleh para pembeli tetapi terpaksa kulupakan karena itulah cara kami menjual Mobil mewah.

Diantara para SPG memang sering kudengar dari cerita Selly bahwa banyak diantaranya yang berlaku negatif yaitu selain mempromosikan barang otomotif juga bersedia diajak kencan oleh para Pembeli. Selly pun mengakui bahwa dirinya juga pernah melakukanya untuk menambah penghasilan, tapi hanya pelanggan tertentu saja yang ia layani. Aku hanya geleng geleng kepala mendengarnya karena selama ini aku tak berminat mencampuri urusan orang maka aku tidak memperdulikannya, yang penting aku tidak terbawa oleh arus mereka. Setelah beberapa bulan bekerja, musibah kedua menimpa kami lagi, Ibuku yang sudah tua mendadak kambuh lagi penyakit ginjalnya, kali ini lebih parah karena sudah lama tidak kontrol kesehatan lagi. Menurut dokter ibuku harus segera menjalani operasi ginjal dalam minggu ini atau tidak ada harapan lagi bila ditunda. Yang membuatku jadi pusing adalah masalah biayanya yang besar. Seluruh tabunganku yang ada hanya cukup untuk biaya rumah sakitnya saja sedang untuk operasinya masih butuh belasan juta rupiah. Hal ini aku ceritakan pula pada Selly teman baikku siapa tahu dia dapat menolongku.
“Biaya operasi ibumu memang tinggi sekali, aku tak punya uang banyak untuk membantumu, tapi cobalah minta bantuan om Liem direktur perusahaan kita bekerja, karena dia pernah juga membantuku.” ujar Selly memberikan solusinya. Om Liem memang direktur pemilik perusahaan otomotif tempatku bekerja orangnya agak gemuk pendek WNI keturunan usianya 50-an, dengan pakaianya selalu rapi dan necis. Sebenarnya Aku paling tidak suka menjumpai orang ini, walaupun sudah tua tapi matanya selalu jelalatan bila melihat para karyawati SPGnya yang menggunakan seragam promosi yang ketat dan Rok mini yang tinggi, bahkan dia pernah dengan sengaja meraba pahaku ketika berpapasan dengannya di ruang ganti pakaian tapi segera kutepis dan kutinggal pergi.

“Silahkan Masuk..!” terdengar suara dari balik pintu yang kuketuk… , eeh… Shinta, silahkan duduk Shinta… Tanpa ragu akupun duduk dikursi tamu yang berhadapan dengan meja kerja Om Liem yang mewah.
“ada yang bisa kubantu… ?” tanya Om liem sambil menatap nakal kearahku. Aku jadi agak gugup dan sedikit berkeringat. Tanpa membuang waktu aku ceritakan masalahku untuk meminjam uang untuk biaya operasi ibuku sebesar 20 juta rupiah. Sejenak kulihat Om Liem berdiam diri, tapi kulihat lagi dia tersenyum licik sambil menatap tubuhku dalam dalam.
“Mhmmm..itu hal yang mudah, kamu bisa dapatkan uang itu tanpa harus meminjam… tapi harus ada imbalannya… “kata Om Liem sambil berkedip nakal.
“Saya tidak mengerti, imbalan apa yang Om Maksudkan ?” kataku agak serius.
“Begini, Om Liem akan berikan uang sejumlah itu tanpa meminjam, tetapi sebagai imbalannya beri aku keperawananmu.”kata Om Liem singkat sambil tersenyum kurang ajar. Aku tertegun tak percaya mendengar permintaannya, benar benar menyebalkan siTua ini umpatku dalam hati.
“Aku tidak bersedia..!” kataku ketus sambil berdiri dan keluar dari kantornya.
“Aku menunggumu bila berubah pikiran Shinta… !” selintas masih sempat kudengar suara Om Liem sebelum pergi… dasar *******, kataku lagi. Dirumah kutumpahkan semua kekesalanku dengan menangis sepuas puasnya, sepertinya aku tak punya pilihan lagi, bila tidak segera dioperasi ibuku akan meninggal tapi dipilihan lain aku harus menyerahkan keperawananku pada Bandot licik yang mengincar keindahan tubuhku. Tak ada cara lain untuk mendapatkan uang sebesar itu, Demi kesembuhan ibuku ahirnya kuputuskan untuk menjumpai Om Liem lagi keesok harinya. Dengan memakai seragam SPG dan rok mini yang ketat, jam 10 pagi aku datangi lagi ruangan kantor Om Liem.

“he..he… he… akhirnya kau datang juga Shinta cantik, apakah kau sudah siap melayaniku diranjang..he.he..he..?” Om Liem tertawa penuh kemenangan. Aku hanya diam saja menerima ejekan itu.
“Baiklah, Om Liem bisa menikmati tubuhku setelah kupastikan ibuku di operasi hari ini..”jawabku dengan berat hati.
“Oke, No Problem “Om Liem menuliskan selembar cek dengan nominal sesuai yang ia janjikan kemarin kemudian didepanku dia menelpon rumah sakit untuk memastikan operasi hari ini.Segera aku masukan cek itu kedalam tas kecilku, aku memang membutuhkannya.
“Semuanya sudah beres, sekarang kau tepati janjimu nona cantik, mari ikut aku..”kata Om Liem sambil menggandengku keluar ruangan.

"Dasar Tua Bangka" kali ini engkau menang.!” kataku dalam hati sambil mengikutinya masuk kedalam kemobil. Om Liem ternyata membawaku kesebuah hotel terkenal di Jakarta pusat. Sepertinya Om Liem sudah sering datang kemari, Setengah ketakutan aku melangkah masuk kehotel tersebut. Debaran jantungku semakin kencang ketika Om Liem menggandengku menuju kamar VIP dilantai lima. Beberapa pasang mata pegawai hotel nampak menatap kami, mungkin aneh dipandang seorang gadis muda cantik berjalan digandeng lelaki tua bangka menuju kamar hotel mereka pasti sudah tahu apa yang akan terjadi pada gadis cantik itu… ahh terlalu beruntung situa ini dapat kuda tunggangan yang aduhai. Aku terpaku diam berdiri didepan pintu kamar 508 yang sudah dibuka Om Liem, rasanya aku ingin segera lari dari tempat ini.
“Ayo masuk Shinta.., kita selesaikan urusan kita.”kata Om liem sambil menarik lenganku dan menutup pintu kamar Hotel. Begitu pintu terkunci Om Liem Langsung memelukku merapat ketembok, rupanya napsunya sudah tak tertahankan lagi melihat kemulusan kulit tubuhku. Aku sedikit berontak ketika Tangan Om Liem mulai meraba pahaku yang putih, Mataku melotot marah padanya. Hampir saja kutampar wajahnya yang klimis itu.

“Ingat perjanjian kita Shinta, keinginanmu sudah aku penuhi.. sekarang aku bebas menikmati keindahan tubuhmu.!” kata Om Liem sambil kembali mengangkat rok miniku sehingga menampakan kemulusan pahaku lalu menjamahinya. entah kemana keangkuhan dan kesombonganku selama ini, Kali ini aku tak berdaya melawannya, aku memang sudah terikat perjanjian itu dan tubuhku saat ini adalah miliknya. Aku hanya bisa memejamkan mata ketika kurasakan tangan Om Liem mulai rajin menyusuri pahaku sampai kepangkal atas.. aah, Rasanya aku ingin menagis saja tapi air mataku tak ada yang keluar.

Selama ini Shinta selalu angkuh bila didekatinya bahkan pernah mempermalukannya dihadapan para SPG yang lain. Setelah puas menjamahi tubuhku, Om Liem lalu melepasku dan mengajakku berjalan kedalam ruang Utama yang lebih luas. Sambil berjalan mengikutinya aku merapikan kembali Rok miniku yang mulai acak acakan akibat jamahan Tangan Om Liem. Kulihat Sebuah Ranjang yang besar dan mewah di tengah ruangan ini.

“Kamu tunggu disini dulu, aku mau minum Viagra biar bisa menjebol gawangmu.”kata Om Liem Sambil berkedip nakal. Aku memalingkan muka pura pura tidak mendengar perkataannya. Begitu Om Liem pergi Aku segera membuka tas kecilku, dari dalam tas itu kukeluarkan sebutir pil kontrasepsi yang sudah aku persiapkan dari rumah dan segera menelannya karena aku tak mau hamil akibat perbuatan Om Liem. Tampaknya Om Liem sudah biasa menyewa kamar hotel ini, Tak berani kubayangkan sudah berapa banyak gadis muda cantik yang sudah digarapnya diranjang itu. Temanku Selly yang cantikpun pernah cerita bahwa dirinya juga pernah digarap Om Liem disebuah kamar hotel bintang lima beberapa kali. Selera Om Liem Cukup tinggi pada perempuan cantik. Aku meletakkan tasku diatas meja kecil ketika kulihat Om Liem Yang bertubuh gemuk pendek mendekatiku.


“wah..tubuhmu memang benar benar mulus dan indah Shinta.., sungguh beruntung aku dapat menikmatinya… he..he..” mata om liem melotot memandangi buah dadaku. Secara reflek tanganku berusaha menutupi dadaku yang terbuka itu tetapi Om Liem yang sudah berpengalaman langsung menangkap kedua tanganku dan membentangkannya lebar lebar. Mataku terpejam tak sanggup menahan malu, selama ini belum pernah ada laki laki yang berani menjamahku karena aku sangat galak menjaganya, tapi kali ini aku tak berdaya menolaknya. Tubuhku mengelinjang gelinjang menahan birahi karena cumbuan Om Liem pada dadaku, secara bergantian

“Tak perlu kau tutupi lagi tubuhmu itu, aku sudah tahu dan merasakan semuanya… he..he… “Om Liem masih sempat mengejek sambil meninggalkanku terbaring lemas di atas ranjang, aku diam saja tak perduli ejekannya mentalku masih mengalami shok berat akibat kehilangan keperawanan. kemaluanku masih terasa sakit akibat paksaannya bersetubuh.

Ternyata hampir seharian aku dikerjai bandot tua itu. Suatu saat akan kubalaskan dendamku ini, akan kuhabiskan hartanya, tunggulah tak akan lama lagi waktu itu akan tiba, kau harus bayar mahal kenikmatan yang kau dapat dari kemulusan tubuhku.
Inilah pengalaman pertamaku yang kuceritakan buat para pembaca, lain waktu aku akan ceritakan lagi kehidupan sexualku setelah kejadian ini dimana aku mulai terjerumus kedunia gadis panggilan High class, para pelangganku adalah pejabat dan pengusaha ternama di Jakarta.
Tak ada pelanggan yang kecewa dengan kecantikan dan kemulusan tubuhku plus layanan istimewa. Hanya lelaki berduit saja yang dapat menjamah keindahan tubuhku ini.



Jangan Lupa di Like ya Gan....!!!

Kakek Tua Yang Selalu Ceria dan Bugar

Setiap manusia dianugerahi waktu 24 jam sahari semalam, dan terus berulang sampai batas waktu yang ditentukan. Setiap orang memiliki kebebasan untuk penggunaan dan pengalokasian waktu, mau tidur 24 jam, mau melek 24 jam, atau mau bekerja 24 jam. Setiap orang memiliki jam biologis dan jam psikologisnya masing-masing, kapan saatnya tidur dan kapan bangun, kapan begitu bergairah dan kapan dilanda bĂȘte. Kalau mau sehat secara berkelanjutan kuncinya harus menjalani kehidupan dengan penuh keseimbangan. 
 
Nah, saat penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) disebuah desa yang ada di Cimalaka, Sumedang, bertahun-tahun yang lalu, penulis ditempatkan di sebuah rumah yang penghuninya sudah Manula, mungkin hampir kepala delapan, namanya Kakek Wirta. Namun ada hal yang sangat luar biasa, Kakek Wirta begitu enerjik, bugar, semeringah dan fullceria. Dalam usianya yang melebihi tiga perempat abad, beliau masih mampu memanjat pohon aren, bahkan kelapa.  Lalu apa rahasianya ? Nah ini dia, Nenek Wirta tak sungkan untuk mengungkapkannya, "Si Aki mah osok tereh hudang jeung osok kaluar ti heula ...". Artinya kira-kira ternyata “Si kakek cepat bangun dan keluar duluan”. Maka meluncurlah pertanyaan yang menunjukkan keheranan penulis, “Apa ?”
 
Ya, Kakek Wirta dalam kesehariannya selalu cepat bangun. Menurut Nenek Wirta, satu sampai dua jam sebelum adzan shubuh berkumandang si kakek sudah terbangun. Mulai beraktifitas, terutama menjalin interaksi dengan yang menciptakannya, Allah SWT. Sekitar jam dua lewat sampai menjelang shubuh, Kakek Wirta begitu khusyuk berdo’a, berdzikir, memfokuskan kesadaran, pikiran, perasaan dan totalitas dirinya kepada ALLAH SWT. Selanjutnya, sekitar dua puluh menit sebelum adzan terdengar Kakek Wirta bergegas keluar rumah, menuju mesjid terdekat, jaraknya sekitar 500 meter. Tanpa disadarinya Kakek Wirta telah membangun tubuh yang sehat dengan berjalan kaki hampir satu kilo meter, setiap shubuh, nyaris sepanjang hidupnya.  Belum termasuk berjalan menuju sawah dan kegiatan fisik lainnya. Berpuluh-puluh tahun, Kakek Wirta memang selalu cepat bangun dan keluar duluan. Fisiknya senantiasa sehat, bugar dan prima. Hal itu tak lain karena cara berpikir, sikap hidup dan tindakannya yang harminonis dengan waktu, serasi dengan alam, dan seimbang dengan menjalin interaksi sosial yang hangat.
 
Sebagian orang diberi kesempatan untuk menua. Ada yang masa tuanya begitu bahagia, senantiasa menikmati detik demi detik yang berlalu. Ada juga yang masa tuanya hampa, tidak bergairah, dengan menjalani kehidupan ala kadarnya. Ironisnya banyak orang yang terlalu cepat merasa tua. Sebagai contoh, banyak pegawai yang dipensiun pada usia 50 tahunan, seketika itu juga langsung “menua-kan” diri, nyaris tidak berbuat apa-apa lagi. Hal itu tak lain karena sikap dan gaya hidup yang teramat statis, tidak seperti Kakek Wirta yang selalu cepat bangun dan keluar duluan.

 


Jangan Lupa di Like ya Gan....!!!

Bocah Nekat Bunuh diri Demi Seragam Sekolah

Seorang siswa yang memiliki prestasi bagus di sekolah terpaksa mengakhiri hidup dengan tragis. Kamran Khan, 13 tahun, nekat menyiram tubuhnya dengan bensin dan kemudian membakar dirinya setelah keluarganya tidak mampu membelikan dia seragam sekolah.
Kamran yang selama ini bersekolah gratis berkat beasiswa merasa malu karena seragamnya sudah lama dan meminta orang tuanya untuk membelikan seragam baru namun ditolak. Karena penolakan itu Kamran mengancam akan membakar dirinya. Kamran menderita 65 persen luka bakar dan meninggal di rumah sakit.
“Dia (Kamran) tidak pernah meminta apapun, dia memohon kepada ayah dan ibu untuk membelikan shalwar kameez (pakaian seragam di Pakistan). Dia bertengkar dengan ibu, yang marah dan memukul dia. “kata saudara Kamran, Saleem seperti yang dilansir dari Daily Mail, 5 April 2012. Ibu Kamran dan Saleem bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga di tempat tinggalnya di kota Shabqadar, barat daya Propinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.
Nasib Kamran semakin tragis, setelah saat dibawa ke rumah sakit, keluarganya tidak mampu membayar biaya rumah sakit, sehingga tidak mendapatkan perawatan yang maksimal. Kamran meninggal beberapa waktu kemudian.
Saleem juga menceritakan bagaimana keluarganya harus bertahan hidup dengan susah payah, walaupun Kamran mendapatkan beasiswa. Saleem menuturkan kalau sang ayah, gagal mendapatkan pekerjaan di Arab Saudi, walaupun telah meminjam banyak uang untuk mendapatkan visa.
Kamran bersama sang kakak, sering mengunpulkan barang logam di jalanan dan kemudian menjualnya agar bisa membantu ekonomi keluarganya. Berdasarkan data bank dunia, saat ini hampir 60 persen dari 17 juta penduduk Pakistan hidup di bawah garis kemiskinan.




Jangan Lupa di Like ya Gan....!!!
Source:

Hati Yang Mulia Seorang Pramugari

Sedikit Cerita dari seorang pramugari yang baik hati - Lihatlah Saja



Saya adalah seorang pramugari biasa dari saudi airlines, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Jeddah menuju Indonesia, penumpang sangat penuh pada hari ini.

Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.

Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga.

Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.

Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu :

jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.




Jangan Lupa di Like ya Gan....!!!
Diberdayakan oleh Blogger.